my desk @ 10th floor

baru pindah sebentar udah berantakan lagi... maklum, yang punya emang agak berantakan hehe..

beginilah kondisi meja saya di lantai 10… as I mention before, our bureau were moving from 8 floor to 10 floor.

Di ruangan yang relatif baru ini, saya mendapat tempat yang lumayan strategis… strategis kalo misalnya mau tidur, gaming, browsing sesuatu or ngerjain kerjaan di luar kerjaan kantor bisa agak leluasa, coz posisinya memang mendukung n kebetulan agak mojok. posisi kompie tertutup cubical yang lumayan tinggi jadi kalo mau ngintip kerjaan harus mendekat ke depan meja.

namun demikian… ngga enaknya, posisi meja persis di bawah blower ac sentral, alhasil suhu udaranya sangat dingin… malah kalo lama2 berdiam diri di situ bisa langsung pusing n masuk angin…. tak jarang saya harus pake sarung tangan untuk bekerja agak lama di meja sendiri…

anyway, apapun yang terjadi saya harus mensyukuri posisi baru saya ini… semoga tempat ini membawa berkah bagi saya… Amiin.

saatnya berpisah dengan lantai 8.. ruangan yang penuh dengan kenangan. hampir 3 tahun saya menempati ruangan yang sebenernya agak mirip gudang ini, memeras keringat demi sesuap nasi untuk dibawa pulang ke rumah.. kini telah tiba saatnya saya dan rekan-rekan satu biro untuk mengungsi ke tempat yang telah ditentukan yaitu di lantai 10.

hanya gambar-gambar ini yang saya miliki untuk mengenang tempat saya bekerja dari mulai akhir oktober 2005 sampai dengan akhir september 2008

tumpukan-tumpukan berkas pekerjaan ini mungkin akan kembali terlihat di meja kerjaku yang baru. semoga tempat kerjaku yang baru akan jauh lebih bersih, lebih mewah dan lebih nyaman dibandingkan meja kerja ku yang ada di lantai 8 ini.

Makasih buat temen2 dan semua keluarga yang sudah memberikan ucapan selamat ultah dan juga tentu saja mendo’akan saya pada hari kelahiran saya yang jatuh pada tanggal 18 September kemarin baik langsung maupun yang melalui sms, Instan Messaging on YM dan juga yang nulis comment on friendster…

antara lain: seluruh Temen2 1 bagian,  Mba Yulia + keluarga di Margahayu Raya, Agita + keluarga di Sumedang, Wahyudin, Ronnie, Baim, Wira, Sondang, Teh Elly, Ratih, Niken + teman2 satu bagiannya, Parlan, Arya, David, Ugn, Chimow dan tentu saja my lovely wife mama Widya.

Saya sangat senang karena sampai hari ini di usia yang semakin menua ini, ternyata saya masih punya  banyak teman.

semoga saja saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi semuanya.

with regards,

“Papa Asep”

Kamis, 21 Agustus 2008

Hari ini mama ulang tahun yang ke-24, selamat ya ma…. secara kita cuma tinggal berdua, so akhirnya kita pun cuma makan2 berdua dalam rangka memperingati hari kelahiran mama itu. lokasi makannya juga males nyari yang jauh2, kita makan2 di KFC Tamini Square sajah…

Semoga di umur yang baru ini mama tambah banyak rejeki, cepet dikasih momongan dan dilancarkan dalam proses kepemilikan rumahnya… hehe… ya  pokonya selamat dan makasih ya, Ma!

Sabtu, 23 Agustus 2008

Kami pulang ke Bandung untuk silaturahmi dengan keluarga, dan rencananya kami akan mentraktir keluarga besar di Bandung.

Pic : Mama ama Ajenk lagi mo tiup lilin

Kami memilih makan2 di restoran Ampera Soekarno Hatta yang di seberang Metro.

Kebetulan selain Mama, anggota keluarga yang lain juga ada yang ulang tahun yaitu Ajenk – 19 Agustus (adek-nya mama), Ugen – 21 Agustus (kaka-nya papa) dan Gita – 22 Agustus (ade-nya papa).

Ribet juga ngumpulin dua keluarga besar, tapi setelah telpon-telponan berkali2 akhirnya bisa ngumpul juga dan kita pun berkumpul bersama di restoran yang lumayan bagus namun sederhana tersebut.

“Ya Allah, berikanlah kemudahan bagi kami untuk memiliki dan membangun rumah  sendiri…”

Weekend lalu, kami menemukan sebuah perumahan di kawasan kota depok yang cukup terjangkau budget kami… perumahannya tidak terlalu jauh dari pusat kota depok maupun dari stasiun depok. seminggu terakhir ini kami berpikir keras dan mempertimbangkan untuk memilih perumahan tersebut sebagai tempat tinggal kami. namun demikian selalu ada keraguan di hati kami… kami googling nama perumahan dan developer perumahan tersebut, hasilnya cukup mengejutkan… memang terdapat dua sisi… yang satu menyatakan minta dan menganggap tempat itu sangat prospektif namun disisi lain berpendapat kalau pengembang perumahan tersebut tidak kredibel sama seperti pengembang sebelumnya. memang awalnya kami ragu untuk memilih perumahan tersebut. tapi berhubung sudah banyak yang meng-indent perumahan tersebut dan sepertinya salah satu bank nasional juga mendukung perumahan ini (dengan mengucurkan kpr).

kami memang sama sekali nggak punya pengalaman dalam mencari perumahan yang bagus… mau beli rumah jadi sepertinya down payment-nya terlalu tinggi dan yang murah selalu saja identik dengan jauh atau kualitas yang buruk… Kami tanya sana-sini berharap second opinion malah membuat kami semakin bingung…. berbagai macam pertimbangan kami pikirkan, berharap menemukan solusi yang tepat dalam memilih atau tidak memilih perumahan ini.

akhirnya dengan mengucap basmalah dan sepenuhnya pasrah pada kekuasaan Illahirobbi… kami berdua memutuskan untuk memilih perumahan ini sebagai tempat tinggal kami (insya Allah) tahun depan dan semoga untuk tahun-tahun yang akan datang… kami berharap kami tidak menemui masalah yang pelik di kemudian hari dan kami diberikan kelancaran… Amiin.

Next Page »